Skip to main content

Ayah, Alasan Terbesarku !

Ayah..
Aku tau, aku adalah alasan terbesarmu..

Alasan terbesar kenapa tanganmu menjadi kasar
Alasan terbesar kenapa tubuhmu menjad kurus
Alasan terbesar kenapa engkau rela pulang malam
Alasan terbesar kenapa engkau tak hiraukan lelah yang mendera tubuhmu..
Aku tau ayah, aku sangat tau..

Ayah..
Maafkan putri kecilmu yang belum bisa membahagiakanmu
Maafkan putri kecilmu yang saat ini masih mengeluh ini itu kepadamu
Ayah, kadang aku ingin berlama-lama menghabiskan waktu denganmu
Berbagi semua keluh kesah yang kurasakan
Aku ingin memelukmu lebih lama, Ayah..

Aku tau, hanya pundakmu yang dapat menjadi sandaran dikala lelah menerpa
Hanya erat genggamanmu yang mampu menguatkanku
Ayah..
Kadang aku ingin jujur kepadamu tentang lelah yang kurasakan
Namun aku tak kuasa menceritakan lelahku, karena aku tak mau mengecewakanmu, Ayah..
Putri kecilmu ini ingin terlihat kuat dan tegar di depanmu, meskipun yang kurasakan tidak seperti yang kuperlihatkan kepadamu
Ayah, aku malu untuk mengeluh..

Aku malu padamu, Ayah..

Pernah sesekali terlintas dipikiranku ingin menyerah, ingin berhenti sejenak dari kesibukan ini, aku ingin melepas lelahku sementara, namun setelah ku coba memutar otak, aku ingat padamu ayah, engkau saja tak kenal lelah mencarikan nafkah untukku, putri kecilmu .

Aku malu jika harus menyerah untuk meraih mimpiku..
Ayah, maafkan aku..
Maafkan alasan terbesarmu ini karena masih sering mengeluh..
Aku tak ingin mengecewakanmu, Ayah..
Aku ingin membuktikan pada dunia bahwa suatu saat mereka akan melihat ke arahku sambil berkata "dulu dia bukan siapa-siapa"

Ayah, percayalah..
Aku akan menjadi kuat, sekuat semangatmu..
Aku akan menjadi tegar, setegar dirimu..
Aku akan menjadi sabar, sesabar dirimu..

Ayah.. Aku tau aku adalah alasan terbesarmu..
Namun engkau juga harus tau, engkau juga  alasan terbesarku kenapa aku masih bertahan dan tetap berjuang sampai sejauh ini.

Kadang pernah lelah memenangi hatiku, namun aku teringat padamu ayah, aku tak mungkin berhenti disini, karena aku tau ada orang-orang yang harus aku banggakan, ada orang-orang yang harus aku bahagiakan..
Dan yang terpenting, Ada mimpi yang harus menjadi nyata..

Ayah, doakan saja semoga alasan terbesarmu ini suatu saat bisa mencapai tujuan terbesarnya dan menjadi orang besar..

Aku mencintaimu, Alasan Terbesarku..
#YN

Comments

  1. Puisinya indah dan mnyentuh hati untuk di baca...
    Ayah adalah pelindung bagi kita..
    Impian kita adalah impian kedua orang tua..
    Your puisi is very good

    ReplyDelete
  2. Thank u so much wahyu landari..
    Mudah2an puisi-puisi selanjutnya dapat lebih baik lagi ya..
    Tunggu puisi2 ku selanjutnya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

6 Kiat Mudah Belajar Bahasa Inggris

Hai guys.. Kali ini aku akan menulis sesuatu yang berbeda dalam blog ini. What is it (?) . . Tadaaaaa... Disini aku akan memberikan 6 kiat-kiat agar mudah belajar bahasa inggris. Jujur, sebenarnya aku juga masih belajar, tapi coba deh kita sama-sama menerapkan kiat berikut, pasti bahasa inggris kita akan menjadi lebih lancar.. Penasaran apa kiatnya ? Scroll down, Please.. 1. Baca kosa kata (Vocabulary) Sebelumnya aku tanya dulu, kalian adalah tipe orang yang rajin membaca vocab atau orang yang malas ? Bagi yang menjawab rajin selamat, karena itu merupakan bekal untuk belajar bahasa inggris. Tapi bagi kalian yang menjawab malas, oo sayang sekali, itu berarti kalian menolak untuk menjadi pintar berbahasa inggris. Jujur nih yaa.. Aku sebenarnya tipe orang yang malas banget baca vocab, karena itu ngebosanin banget kan ya..tapi aku berangsur-angsur mempelajarinya seperti membaca dari barang-barang yang ada di kamar, barang-barang yang ada di dapur, sembari menempeli bara...

Rindu (!)

Ketika kamu tengah sibuk menghabiskan waktumu dengan dia... Dia yang tak pernah ku tau Dia yang tak ingin ku ketahui Dia yang (mungkin) telah mencurimu dariku Aku justru masih sibuk memikirkanmu dalam sepiku. Aku merindu, aku merinduimu.. Meskipun aku berkata tegas pada hatiku, aku tak boleh merindu (lagi), namun ia menolakku, sepertinya rindu ini semakin menggebu, ia tetap saja begitu, selalu merindu tanpa mempedulikan apa kataku.. Apakah aku yang salah ketika aku merindu ? Entahlah, aku telah dibutakan oleh rindu.. Aku hanya ingin kau tau. Aku disini masih merindu, masih menginginkanmu.. Jangan berpura-pura tidak tau.. Aku tau kalau kau mengetahui segalanya termasuk perasaanku, namun kau lebih memilih untuk berlalu dan meninggalkanku dengan rindu yang menggebu.. Salahkah ? Entahlah, jika merindumu adalah sebuah kesalahan, ajari aku mengubah kesalahan ini menjadi sebuah kebenaran. Namun, jika kamu bukan sosok yang seharusnya aku rindu, biarkan aku sendiri menahan...