Karena dalam hidup ini tak ada yang namanya kebetulan..
Begitu juga dengan kehidupan Sea.
Yap, Sea adalah nama remaja itu..
Ia adalah seorang lulusan SMA yang masih bingung mau melanjutkan kuliah dimana..
Besar keinginan dilubuk hati Sea yang paling dalam "aku ingin menjadi dokter" seperti cita-cita masa kecilnya..
"pa,ma, nanti Sea kalau kuliah ambil jurusan pendidikan dokter ya" ucap Sea saat sedang kumpul dengan kedua orang tuanya malam itu.
"iya nak, papa sama mama menyerahkan semua pilihan sama kamu, apapun itu kami berdua akan selalu mendukungmu" jawab papa Sea malam itu.
Jawaban itu membuat harapan Sea semakin kuat, ia tetap ingin melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan kedokteran.
...
Di sekolahnya, Sea mendapatkan informasi dari Rahmat teman sekelasnya kalau ada namanya Beasiswa Etos untuk masuk perguruan tinggi.
Lalu Sea mencari informasi tentang Beasiswa tersebut, dalam batas waktu tinggal 1 hari lagi, Sea dan sahabatnya Elfi mencoba melengkapi syarat-syarat untuk beasiswa tersebut, mulai dari persyaratan mengurus administrasi sampai tahap pengiriman keesokan harinya
Hari itu hari Sabtu, hujan sangat deras..
Hal itu membuat Sea dan Elfi tidak bisa berangkat sekolah, sedangkan hari ini adalah batas pengiriman berkas ke pusat penerimaan beasiswa Etos.
Sea dan Elfi kebingungan pagi itu, akhirnya mereka memutuskan untuk menempuh derasnya hujan demi usaha mendapatkan beasiswa etos tersebut.
Sesampainya di sekolah, ada seorang guru yang sudah sangat akrab dengan Sea, namanya pak Irwan, akhirnya beliau yang menjelaskan bagaimana proses pengiriman berkas untuk beasiswa Etos tersebut.
Akhirnya dengan mengenakan mantel plastik yang dicarikan oleh pak Irwan, Sea dan Elfi menuju ke By Pass dan menghubungi sopir travel untuk mengantarkan berkas beasiswa etos mereka ke alamat yang sudah dituliskan dalam map watna coklat itu.
Setelah pengiriman berkas selesai, Sea dan Elfi merasa lega karena satu urusan mereka telah selesai..
Itu artinya satu impian Sea juga akan semakin dekat menuju ketercapaian.
Beberapa hari setelah pengiriman berkas, akhirnya ada informasi di situs beasiswa Etos.
"selamat ya Sea, kamu lulus tahap 1 beasiswa Etos" ucap Rahmat sembari mengulurkan tangan ke arah Sea.
"ah masa iya mat ? Udah ah becandanya, masih pagi juga udah becanda" balas Sea kepada Rahmat karena masih belum percaya dengan omongan Rahmat pagi itu.
"Serius Sea, dari sekolah kita cuma kamu dan Ayu yang lolos" jelas Rahmat lebih lanjut.
"syukurlah kalau gitu mat, alhamdulillah" Sea bersyukur pagi itu.
Berarti satu langkah telah berlalu.
Tinggal menunggu hasil SNMPTN, kalau Sea lulus di SNMPTN, barulah beasiswa Etos tersebut dapat berlaku.
...
Hasil SNMPTN pun telah keluar, Sea begitu Deg-degan melihat hasilnya. Besar harapan Sea ia bisa lulus beasiswa Etos ini karena sesuai cita-citanya Sea ingin melanjutkan perkuliahan di jurusan kedokteran.
1..
2..
3..
"mohon maaf, anda dinyatakan tidak lulus dalam SNMPTN 2015" itulah tulisan yang dilihat oleh Sea sore itu, itu berarti harapannya gagal untuk lulus di beasiswa Etos.
Setelah berpikir lama, Sea memutuskan untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum melihatkan hasil SNMPTN nya kepada orang tuanya.
Malam harinya, di meja makan Sea bersama papa dan mamanya berbagi cerita tentang hasil SNMPTNnya.
"gimana hasil etosnya nak, lulus kan? Tanya papa Sea.
Dengan wajah sedih Sea menunduk.
"sayang sekali pa,ma..Sea gagal dalam SNMPTN, itu artinya Sea juga gagal dalam beasiswa Etos" Sea menunduk hampir meneteskan air matanya.
"tidak apa-apa nak, papa dan mama selalu mendoakan yang terbaik untukmu.. Ikuti jalur lainnya nak, kan masih banyak jalur masuk Perguruan Tinggi, tetap semangat Sayang.. Si bungsu papa tidak boleh menyerah" begitulah papa sea memberi semangat malam itu.
...
Beberapa minggu kemudian, Sea mengikuti saran papa dan mamanya..
Ia mengikuti jalur selanjutnya yaitu SBMPTN dengan mengambil jurusan yang berbeda, Sea mengubur impiannya untuk mengambil jurusan Kedokteran, akhirnya Sea memilih jurusan Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika dan biologi (NK).
Setelah mengikuti tes, akhirnya tiba saatnya untuk pengumuman hasil SBMPTN.
Jantung Sea berdetak jauh lebih kencang daripada menunggu hasil SNMPTN, bagaimana tidak, ini merupakan jalan terakhir bagi Sea untuk melanjutkan kuliah.
Setelah lama menunggu, akhirnya hasil tes pun keluar..
"maaf, anda dinyatakan belum lulus dalam SBMPTN 2015, tetap semangat dan jangan menyerah"
Itulah tulisan merah yang dibaca Sea malam itu..
Kosong.
Begitulah perasaan Sea malam itu.
Sea menangis didalam kamarnya, Ia tak ingin memberitahu papa dan mamanya kalau ia gagal dalam Seleksi SBMPTN. Karena ia tak ingin membuat orang tuanya kecewa untuk kedua kalinya.
Setelah berpikir panjang, akhirnya Sea memberanikan diri untuk jujur pada papanya.
"Pa, Ma, maafkan Sea.. Sea gagal lagi dalam SBMPTN" Sea tak kuasa menahan butiran bening yang mengalir di pipinya.
Mama Sea yang paham betul dengan sifat bungsunya itu segera memeluk Sea dan menyapu air matanya.
"jangan menangis nak, mama dan papa bangga padamu karena kamu sudah menunjukkan usaha yang terbaik, masalah lulus atau tidaknya keputusannya di tangan Tuhan, jangan ditangisi nak, Mama dan Papa yakin, Allah telah menyiapkan yang terbaik untukmu" mama Sea mencoba menguatkan bungasunya yang rapuh itu.
"Tapi ma,pa.. Sea gagal membuat mama dan papa bangga. Disaat teman-teman Sea sudah jelas mau melanjutkan kuliah kemana, sedangkan anak papa dan mama masih belum tau mau kuliah dimana, Sea malu sama papa dan mama" Sea semakin tak kuasa menahan tangisnya.
"tetap semangat anakku, papa akan selalu mendukungmu apapun pilihanmu nak" papa sea mencoba menguatkan Sea.
...
Singkat cerita, Sea mencari informasi tentang jalur masuk lain ke universitas, akhirnya Sea tau jalur Mandiri Masuk Universitas Negeri Padang.
Saat itu Sea bersama 2 orang temannya mengikuti seleksi tersebut.
Setelah membeli pin pendaftaran, Sea bersama 2 orang temannya melakukan registrasi dan memilih jurusan.
"Sea, kamu ambil jurusan apa ? Tanya Yuli, teman baik Sea.
"Biasa yul, aku ambil Biologi di pilihan pertama, tapi aku belum tau pilihan kedua dan ketiga" jawab sea.
"aku punya ide, bagaimana kalau kita ambil jurusan Teknologi Pendidikan, kedengarannya bagus nih jurusan" tambah Doli, teman baik Sea yang sama-sama mendaftar saat itu.
Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk memilih jurusan Teknologi Pendidikan pada pilihan kedua mereka.
Sesampainya di rumah, Sea menceritakan jurusan yang dipilihnya pada papa dan mamanya, namun Sea juga menjelaskan bahwa ia tidak tau sama sekali tentang jurusan yang dipilihnya, Seandainya diterima, mungkin Sea masih ragu ingin mengambil jurusan tersebut atau tidak.
...
2 minggu telah berlalu, akhirnya hasil seleksi mandiri pun keluar.
"SELAMAT, Anda dinyatakan lulus seleksi mandiri/prestasi UNP pada jurusan Teknologi Pendidikan"
Deg..
Sea bersyukur sekaligus bimbang malam itu.
"alhamdulillah aku lulus juga di Universitas yang aku dambakan, tapi di sisi lain aku tidak tau sama sekali dengan jurusan yang ku pilih, apa yang harus aku lakukan? Sea membathin.
Pelahan Sea mencoba menemui papa dan mamanya, seperti biasa Sea bercerita panjang lebar tentang perasaannya yang sedang bahagia karena lulus di Universitas impiannya.
"Alhamdulillah Ma,Pa.. Sea lulus di UNP dengan jurusan Teknologi Pendidikan" Sea masih ragu melanjutkan kalimatnya.
"alhamdulillah" serentak papa dan mamanya memeluk Sea dengan penuh haru dan wajah bahagia.
"Selamat anakku, akhirnya impiannya tercapai.. Kapan daftar ulangnya?" papa sea begitu bersemangat.
"dua minggu lagi pa tapi ada sedikit masalah Pa, Ma" ucap Sea pelan tapi masih terdengar jelas.
"apa itu nak ? Bukankah kuliah di UNP adalah impianmu dari kecil ?" tanya papa Sea penasaran.
"memang pa,ma.. Tapi jurusan teknologi pendidikan itu yang membuat Sea bingung.. Sea sama sekali belum tau tentang jurusan itu Pa, Ma. Sea ingin minta pendapat Papa dan Mama apakah Sea tetap melanjutkan atau undur kuliah sampai tahun depan ? Tanya Sea pada kedua malaikatnya yang tengah bahagia.
"tetap lanjutkan nak, papa dan mama yakin inilah yang terbaik untukmu nak. Karena tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan" ulas mama Sea sembari menguatkan Sea untuk tetap teguh mengambil jurusan Teknologi Pendidikan.
"baiklah Pa,Ma.. Sea akan mengambilnya, 2 minggu lagi daftar ulangnya Pa,Ma" Sea memasang seuntai senyum kepada kedua malaikatnya.
Alangkah bahagianya hati Sea saat itu. Karena impiannya mulai tercapai, akhirnya ia bisa lulus di Universitas Negeri Padang sesuai impiannya.
Mengenai jurusannya ?
"Teknologi Pendidikan ? Ah sepertinya menarik juga.. Namanya saja sudah keren, sudah pasti jika nantinya menjadi guru, aku tidak hanya menjadi guru biasa, tetapi menjadi guru yang melek teknologi, kedengarannya keren" Sea menbathin sembari meneguhkan hatinya.
"Baiklah, aku tetap akan mengambil kuliah di jurusan ini, karena aku yakin ini adalah yang terbaik untuk hidupku kedepannya" lagi-lagi Sea berdialog dengan dirinya sendiri.
Semua itu tak ada yang kebetulan, Sea percaya bahwa pilihannya sekarang akan membawa keindahan pada kehidupannya beberapa tahun mendatang, Sea yakin dan percaya akan hal itu..
Semangat dari orang tua Sea juga yang membuatnya tambah yakin akan tetap berusaha menjadikan dirinya yang tetbaik, karena Sea tidak ingin membuat kedua malaikatnyabitu bersedih apalagi meneteskan air mata.
Sea berjanji akan sungguh-sungguh dalam melanjutkan kuliahnya, karena Sea percaya bahwa suatu saat ia akan menjadi seseorang yang layak diberi tepuk tangan.
Sea yakin, suatu saat akan ada orang yang melihat ke arah Sea dan berkata :
"Dulu, Dia bukan siapa-siapa"
Sea akan mempersembahkan kebahagiaan terbaik untuk papa dan mamanya nanti, kelak mereka akan melihat bahwa si bungsu mereka yang dulu cengeng akan menjadi orang hebat, orang yang berguna dan orang yang luar biasa !
Begitu juga dengan kehidupan Sea.
Yap, Sea adalah nama remaja itu..
Ia adalah seorang lulusan SMA yang masih bingung mau melanjutkan kuliah dimana..
Besar keinginan dilubuk hati Sea yang paling dalam "aku ingin menjadi dokter" seperti cita-cita masa kecilnya..
"pa,ma, nanti Sea kalau kuliah ambil jurusan pendidikan dokter ya" ucap Sea saat sedang kumpul dengan kedua orang tuanya malam itu.
"iya nak, papa sama mama menyerahkan semua pilihan sama kamu, apapun itu kami berdua akan selalu mendukungmu" jawab papa Sea malam itu.
Jawaban itu membuat harapan Sea semakin kuat, ia tetap ingin melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan kedokteran.
...
Di sekolahnya, Sea mendapatkan informasi dari Rahmat teman sekelasnya kalau ada namanya Beasiswa Etos untuk masuk perguruan tinggi.
Lalu Sea mencari informasi tentang Beasiswa tersebut, dalam batas waktu tinggal 1 hari lagi, Sea dan sahabatnya Elfi mencoba melengkapi syarat-syarat untuk beasiswa tersebut, mulai dari persyaratan mengurus administrasi sampai tahap pengiriman keesokan harinya
Hari itu hari Sabtu, hujan sangat deras..
Hal itu membuat Sea dan Elfi tidak bisa berangkat sekolah, sedangkan hari ini adalah batas pengiriman berkas ke pusat penerimaan beasiswa Etos.
Sea dan Elfi kebingungan pagi itu, akhirnya mereka memutuskan untuk menempuh derasnya hujan demi usaha mendapatkan beasiswa etos tersebut.
Sesampainya di sekolah, ada seorang guru yang sudah sangat akrab dengan Sea, namanya pak Irwan, akhirnya beliau yang menjelaskan bagaimana proses pengiriman berkas untuk beasiswa Etos tersebut.
Akhirnya dengan mengenakan mantel plastik yang dicarikan oleh pak Irwan, Sea dan Elfi menuju ke By Pass dan menghubungi sopir travel untuk mengantarkan berkas beasiswa etos mereka ke alamat yang sudah dituliskan dalam map watna coklat itu.
Setelah pengiriman berkas selesai, Sea dan Elfi merasa lega karena satu urusan mereka telah selesai..
Itu artinya satu impian Sea juga akan semakin dekat menuju ketercapaian.
Beberapa hari setelah pengiriman berkas, akhirnya ada informasi di situs beasiswa Etos.
"selamat ya Sea, kamu lulus tahap 1 beasiswa Etos" ucap Rahmat sembari mengulurkan tangan ke arah Sea.
"ah masa iya mat ? Udah ah becandanya, masih pagi juga udah becanda" balas Sea kepada Rahmat karena masih belum percaya dengan omongan Rahmat pagi itu.
"Serius Sea, dari sekolah kita cuma kamu dan Ayu yang lolos" jelas Rahmat lebih lanjut.
"syukurlah kalau gitu mat, alhamdulillah" Sea bersyukur pagi itu.
Berarti satu langkah telah berlalu.
Tinggal menunggu hasil SNMPTN, kalau Sea lulus di SNMPTN, barulah beasiswa Etos tersebut dapat berlaku.
...
Hasil SNMPTN pun telah keluar, Sea begitu Deg-degan melihat hasilnya. Besar harapan Sea ia bisa lulus beasiswa Etos ini karena sesuai cita-citanya Sea ingin melanjutkan perkuliahan di jurusan kedokteran.
1..
2..
3..
"mohon maaf, anda dinyatakan tidak lulus dalam SNMPTN 2015" itulah tulisan yang dilihat oleh Sea sore itu, itu berarti harapannya gagal untuk lulus di beasiswa Etos.
Setelah berpikir lama, Sea memutuskan untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum melihatkan hasil SNMPTN nya kepada orang tuanya.
Malam harinya, di meja makan Sea bersama papa dan mamanya berbagi cerita tentang hasil SNMPTNnya.
"gimana hasil etosnya nak, lulus kan? Tanya papa Sea.
Dengan wajah sedih Sea menunduk.
"sayang sekali pa,ma..Sea gagal dalam SNMPTN, itu artinya Sea juga gagal dalam beasiswa Etos" Sea menunduk hampir meneteskan air matanya.
"tidak apa-apa nak, papa dan mama selalu mendoakan yang terbaik untukmu.. Ikuti jalur lainnya nak, kan masih banyak jalur masuk Perguruan Tinggi, tetap semangat Sayang.. Si bungsu papa tidak boleh menyerah" begitulah papa sea memberi semangat malam itu.
...
Beberapa minggu kemudian, Sea mengikuti saran papa dan mamanya..
Ia mengikuti jalur selanjutnya yaitu SBMPTN dengan mengambil jurusan yang berbeda, Sea mengubur impiannya untuk mengambil jurusan Kedokteran, akhirnya Sea memilih jurusan Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika dan biologi (NK).
Setelah mengikuti tes, akhirnya tiba saatnya untuk pengumuman hasil SBMPTN.
Jantung Sea berdetak jauh lebih kencang daripada menunggu hasil SNMPTN, bagaimana tidak, ini merupakan jalan terakhir bagi Sea untuk melanjutkan kuliah.
Setelah lama menunggu, akhirnya hasil tes pun keluar..
"maaf, anda dinyatakan belum lulus dalam SBMPTN 2015, tetap semangat dan jangan menyerah"
Itulah tulisan merah yang dibaca Sea malam itu..
Kosong.
Begitulah perasaan Sea malam itu.
Sea menangis didalam kamarnya, Ia tak ingin memberitahu papa dan mamanya kalau ia gagal dalam Seleksi SBMPTN. Karena ia tak ingin membuat orang tuanya kecewa untuk kedua kalinya.
Setelah berpikir panjang, akhirnya Sea memberanikan diri untuk jujur pada papanya.
"Pa, Ma, maafkan Sea.. Sea gagal lagi dalam SBMPTN" Sea tak kuasa menahan butiran bening yang mengalir di pipinya.
Mama Sea yang paham betul dengan sifat bungsunya itu segera memeluk Sea dan menyapu air matanya.
"jangan menangis nak, mama dan papa bangga padamu karena kamu sudah menunjukkan usaha yang terbaik, masalah lulus atau tidaknya keputusannya di tangan Tuhan, jangan ditangisi nak, Mama dan Papa yakin, Allah telah menyiapkan yang terbaik untukmu" mama Sea mencoba menguatkan bungasunya yang rapuh itu.
"Tapi ma,pa.. Sea gagal membuat mama dan papa bangga. Disaat teman-teman Sea sudah jelas mau melanjutkan kuliah kemana, sedangkan anak papa dan mama masih belum tau mau kuliah dimana, Sea malu sama papa dan mama" Sea semakin tak kuasa menahan tangisnya.
"tetap semangat anakku, papa akan selalu mendukungmu apapun pilihanmu nak" papa sea mencoba menguatkan Sea.
...
Singkat cerita, Sea mencari informasi tentang jalur masuk lain ke universitas, akhirnya Sea tau jalur Mandiri Masuk Universitas Negeri Padang.
Saat itu Sea bersama 2 orang temannya mengikuti seleksi tersebut.
Setelah membeli pin pendaftaran, Sea bersama 2 orang temannya melakukan registrasi dan memilih jurusan.
"Sea, kamu ambil jurusan apa ? Tanya Yuli, teman baik Sea.
"Biasa yul, aku ambil Biologi di pilihan pertama, tapi aku belum tau pilihan kedua dan ketiga" jawab sea.
"aku punya ide, bagaimana kalau kita ambil jurusan Teknologi Pendidikan, kedengarannya bagus nih jurusan" tambah Doli, teman baik Sea yang sama-sama mendaftar saat itu.
Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk memilih jurusan Teknologi Pendidikan pada pilihan kedua mereka.
Sesampainya di rumah, Sea menceritakan jurusan yang dipilihnya pada papa dan mamanya, namun Sea juga menjelaskan bahwa ia tidak tau sama sekali tentang jurusan yang dipilihnya, Seandainya diterima, mungkin Sea masih ragu ingin mengambil jurusan tersebut atau tidak.
...
2 minggu telah berlalu, akhirnya hasil seleksi mandiri pun keluar.
"SELAMAT, Anda dinyatakan lulus seleksi mandiri/prestasi UNP pada jurusan Teknologi Pendidikan"
Deg..
Sea bersyukur sekaligus bimbang malam itu.
"alhamdulillah aku lulus juga di Universitas yang aku dambakan, tapi di sisi lain aku tidak tau sama sekali dengan jurusan yang ku pilih, apa yang harus aku lakukan? Sea membathin.
Pelahan Sea mencoba menemui papa dan mamanya, seperti biasa Sea bercerita panjang lebar tentang perasaannya yang sedang bahagia karena lulus di Universitas impiannya.
"Alhamdulillah Ma,Pa.. Sea lulus di UNP dengan jurusan Teknologi Pendidikan" Sea masih ragu melanjutkan kalimatnya.
"alhamdulillah" serentak papa dan mamanya memeluk Sea dengan penuh haru dan wajah bahagia.
"Selamat anakku, akhirnya impiannya tercapai.. Kapan daftar ulangnya?" papa sea begitu bersemangat.
"dua minggu lagi pa tapi ada sedikit masalah Pa, Ma" ucap Sea pelan tapi masih terdengar jelas.
"apa itu nak ? Bukankah kuliah di UNP adalah impianmu dari kecil ?" tanya papa Sea penasaran.
"memang pa,ma.. Tapi jurusan teknologi pendidikan itu yang membuat Sea bingung.. Sea sama sekali belum tau tentang jurusan itu Pa, Ma. Sea ingin minta pendapat Papa dan Mama apakah Sea tetap melanjutkan atau undur kuliah sampai tahun depan ? Tanya Sea pada kedua malaikatnya yang tengah bahagia.
"tetap lanjutkan nak, papa dan mama yakin inilah yang terbaik untukmu nak. Karena tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan" ulas mama Sea sembari menguatkan Sea untuk tetap teguh mengambil jurusan Teknologi Pendidikan.
"baiklah Pa,Ma.. Sea akan mengambilnya, 2 minggu lagi daftar ulangnya Pa,Ma" Sea memasang seuntai senyum kepada kedua malaikatnya.
Alangkah bahagianya hati Sea saat itu. Karena impiannya mulai tercapai, akhirnya ia bisa lulus di Universitas Negeri Padang sesuai impiannya.
Mengenai jurusannya ?
"Teknologi Pendidikan ? Ah sepertinya menarik juga.. Namanya saja sudah keren, sudah pasti jika nantinya menjadi guru, aku tidak hanya menjadi guru biasa, tetapi menjadi guru yang melek teknologi, kedengarannya keren" Sea menbathin sembari meneguhkan hatinya.
"Baiklah, aku tetap akan mengambil kuliah di jurusan ini, karena aku yakin ini adalah yang terbaik untuk hidupku kedepannya" lagi-lagi Sea berdialog dengan dirinya sendiri.
Semua itu tak ada yang kebetulan, Sea percaya bahwa pilihannya sekarang akan membawa keindahan pada kehidupannya beberapa tahun mendatang, Sea yakin dan percaya akan hal itu..
Semangat dari orang tua Sea juga yang membuatnya tambah yakin akan tetap berusaha menjadikan dirinya yang tetbaik, karena Sea tidak ingin membuat kedua malaikatnyabitu bersedih apalagi meneteskan air mata.
Sea berjanji akan sungguh-sungguh dalam melanjutkan kuliahnya, karena Sea percaya bahwa suatu saat ia akan menjadi seseorang yang layak diberi tepuk tangan.
Sea yakin, suatu saat akan ada orang yang melihat ke arah Sea dan berkata :
"Dulu, Dia bukan siapa-siapa"
Sea akan mempersembahkan kebahagiaan terbaik untuk papa dan mamanya nanti, kelak mereka akan melihat bahwa si bungsu mereka yang dulu cengeng akan menjadi orang hebat, orang yang berguna dan orang yang luar biasa !


Comments
Post a Comment