Skip to main content

"Sore Itu"

Sea, nama gadis itu..

Ia tak pernah berpikir akan sesakit ini..sebelumnya ia pikir mencintai Sunset-nya membuat air matanya tak mudah jatuh, namun ternyata Sea salah..lelaki yang biasa dipanggilnya Sunset ternyata kini dengan tega menyakiti hatinya..

Sekuat tenaga Sea berusaha menahan rasa sakit itu agar butiran bening tak menetes di pipinya, namun sekuat itu juga air matanya bergantian menetes membasahi pipinya yang kemerah-merahan..

"Salahkah jika aku begini ? Salahkan jika aku tak kuasa menahan perasaan ini ?
Salahkan jika akhirnya aku menangisimu ?" Begitu pikir Sea di sore itu.
Sea tak tau apakah ia salah atau tidak, yang Sea tau, ia tak kuat melihat kenyataan sore itu.
"Kenapa harus sekarang ? Kenapa harus kau perlihatkan ?" lagi-lagi Sea bergumam dalam hati.
Sea berusaha berdamai dengan hatinya saat itu, ia pura-pura tak terjadi apa-apa bahkan saat melihat Sunset-nya duduk berdua dengan gadis berbaju kuning keemasan itu tepat didepannya..

Hancur ! Begitulah hati Sea di Sore itu..
Sempurna rasa sakit yang diberikan oleh Sunsetnya..



"Aku tak percaya kamu begini, bahkan untuk berpikir kamu akan melakukan ini saja aku tak pernah" Sea berdialog dengan hatinya.

Sunset-nya yang selama ini ia percaya akan membuatnya kuat, namun sekarang malah sebaliknya, ia membuat Sea rapuh, rapuh yang serapuh-rapuhnya..

"Aku benci dengan kerapuhan ini" Sea berusaha menahan perih yang menusuk hatinya.

Sea selalu berpikir, Kenapa ia tak pernah bisa melawan hati ?
Haruskah ia menangis setiap teringat kenangan bersama Sunset-nya ?
Haruskah ia menangis saat melihat Sunset-nya bersama gadis berbaju kuning keemasan itu ?
Apakah Sea bisa tegar dari kerapuhan ini ?
Sejujurnya Sea tak ingin menjadi hancur karena mencintai Sunset-nya..
Sea masih tak percaya dengan semua kejadian yang dilihatnya sore itu, sungguh tak percaya..

Jika ada yang bertanya padanya, "Sea, apakah kau melihat Sunset-mu sore itu ?"
"Tidak, aku tidak melihat Sunset-ku..aku tidak melihatnya saat bersama gadis berbaju kuning keemasan itu, karena aku tau Sunset-Ku takkan memperlakukanku seperti di sore itu".. Itulah jawaban yang akan diberikan Sea, karena Sea tak percaya Sunset-nya akan begitu..

"Itu bukan kamu, itu bukan Sunset-ku, karena aku percaya Sunset-ku takkan biarkan aku meneteskan air mata" Sea masih tetap teguh pada keyakinannya bahwa Sunset-nya masih tetap setia dan takkan pernah menyakiti Sea-nya, karena Sea adalah tempat pulang bagi Sunset, selamanya Sea percaya bahwa Sunset-nya takkan pernah lupa jalan pulang (!)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

6 Kiat Mudah Belajar Bahasa Inggris

Hai guys.. Kali ini aku akan menulis sesuatu yang berbeda dalam blog ini. What is it (?) . . Tadaaaaa... Disini aku akan memberikan 6 kiat-kiat agar mudah belajar bahasa inggris. Jujur, sebenarnya aku juga masih belajar, tapi coba deh kita sama-sama menerapkan kiat berikut, pasti bahasa inggris kita akan menjadi lebih lancar.. Penasaran apa kiatnya ? Scroll down, Please.. 1. Baca kosa kata (Vocabulary) Sebelumnya aku tanya dulu, kalian adalah tipe orang yang rajin membaca vocab atau orang yang malas ? Bagi yang menjawab rajin selamat, karena itu merupakan bekal untuk belajar bahasa inggris. Tapi bagi kalian yang menjawab malas, oo sayang sekali, itu berarti kalian menolak untuk menjadi pintar berbahasa inggris. Jujur nih yaa.. Aku sebenarnya tipe orang yang malas banget baca vocab, karena itu ngebosanin banget kan ya..tapi aku berangsur-angsur mempelajarinya seperti membaca dari barang-barang yang ada di kamar, barang-barang yang ada di dapur, sembari menempeli bara...

Rindu (!)

Ketika kamu tengah sibuk menghabiskan waktumu dengan dia... Dia yang tak pernah ku tau Dia yang tak ingin ku ketahui Dia yang (mungkin) telah mencurimu dariku Aku justru masih sibuk memikirkanmu dalam sepiku. Aku merindu, aku merinduimu.. Meskipun aku berkata tegas pada hatiku, aku tak boleh merindu (lagi), namun ia menolakku, sepertinya rindu ini semakin menggebu, ia tetap saja begitu, selalu merindu tanpa mempedulikan apa kataku.. Apakah aku yang salah ketika aku merindu ? Entahlah, aku telah dibutakan oleh rindu.. Aku hanya ingin kau tau. Aku disini masih merindu, masih menginginkanmu.. Jangan berpura-pura tidak tau.. Aku tau kalau kau mengetahui segalanya termasuk perasaanku, namun kau lebih memilih untuk berlalu dan meninggalkanku dengan rindu yang menggebu.. Salahkah ? Entahlah, jika merindumu adalah sebuah kesalahan, ajari aku mengubah kesalahan ini menjadi sebuah kebenaran. Namun, jika kamu bukan sosok yang seharusnya aku rindu, biarkan aku sendiri menahan...

Ayah, Alasan Terbesarku !

Ayah.. Aku tau, aku adalah alasan terbesarmu.. Alasan terbesar kenapa tanganmu menjadi kasar Alasan terbesar kenapa tubuhmu menjad kurus Alasan terbesar kenapa engkau rela pulang malam Alasan terbesar kenapa engkau tak hiraukan lelah yang mendera tubuhmu.. Aku tau ayah, aku sangat tau.. Ayah.. Maafkan putri kecilmu yang belum bisa membahagiakanmu Maafkan putri kecilmu yang saat ini masih mengeluh ini itu kepadamu Ayah, kadang aku ingin berlama-lama menghabiskan waktu denganmu Berbagi semua keluh kesah yang kurasakan Aku ingin memelukmu lebih lama, Ayah.. Aku tau, hanya pundakmu yang dapat menjadi sandaran dikala lelah menerpa Hanya erat genggamanmu yang mampu menguatkanku Ayah.. Kadang aku ingin jujur kepadamu tentang lelah yang kurasakan Namun aku tak kuasa menceritakan lelahku, karena aku tak mau mengecewakanmu, Ayah.. Putri kecilmu ini ingin terlihat kuat dan tegar di depanmu, meskipun yang kurasakan tidak seperti yang kuperlihatkan kepadamu Ayah, aku malu u...